SULAWESI UTARA — Pertandingan di Stadion Soccer City, Johannesburg, pada 2 Juli 2010 itu berjalan sengit hingga babak perpanjangan waktu. Momen krusial terjadi di menit-menit akhir saat Suarez memblok tendangan Dominic Adiyiah dengan tangan di garis gawang. Wasit Olegário Benquerença langsung mengeluarkan kartu merah dan memberi hadiah penalti untuk Ghana.
Eksekusi Penalti Gyan yang Mengubah Sejarah
Asamoah Gyan, kapten sekaligus pencetak gol terbanyak Ghana di turnamen itu, maju sebagai algojo. Namun, tembakannya membentur mistar gawang. Skor tetap 1-1 hingga babak tambahan usai, dan laga harus ditentukan lewat adu penalti.
Uruguay menang 4-2 dalam drama 12 pas. Hasil ini mengirim La Celeste ke semifinal untuk pertama kalinya sejak 1970, sekaligus memupus mimpi Ghana menjadi tim Afrika pertama yang lolos ke semifinal Piala Dunia.
Starting XI Ghana di Laga Itu
Kini, FourFourTwo mengajak pembaca mengingat kembali susunan pemain Ghana yang turun sejak menit pertama. Bisakah kamu menyebutkan nama mereka semua?
- Richard Kingson
- John Paintsil
- John Mensah
- Isaac Vorsah
- Samuel Inkoom
- Anthony Annan
- Sulley Muntari
- Kwadwo Asamoah
- Kevin-Prince Boateng
- Asamoah Gyan
- Prince Tagoe
Stephen Appiah dan Dominic Adiyiah masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua dan perpanjangan waktu.
Warisan Laga: Antara Kecewa dan Legenda
Tangan Suarez menjadi kontroversi abadi. Bagi Ghana, itu luka yang tak kunjung sembuh. Bagi Uruguay, itu titik balik menuju semifinal. Namun, skuad Ghana 2010 tetap dikenang sebagai generasi emas sepak bola Afrika.
Laga ini melahirkan salah satu momen paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia: seorang pemain rela dikartu merah demi menyelamatkan timnya, dan penalti yang gagal mengubah segalanya.