BOLMUT — Enam desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kini masuk daftar daerah yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmut mencatat permintaan bantuan air masuk dari sejumlah kepala desa hingga Kamis (27/7/2026) lalu.
Kepala BPBD Bolmut Irma Ginoga merinci enam desa yang terdampak adalah Komus, Komus Satu, Komus Dua, Komus Dua Timur, Tanjung Sidupa, dan Inomunga Utara. Pihaknya sebenarnya sudah menyalurkan air ke lokasi-lokasi tersebut, tetapi proses distribusi sempat terhenti.
Kerusakan Truk Tangki Sempat Hentikan Distribusi
Kendala teknis menjadi penghambat utama penyaluran air bersih ke desa-desa terdampak. "Sempat terhenti karena ada masalah kerusakan pada kendaraan dalam penyaluran air," ujar Irma, Sabtu (1/8/2026).
BPBD Bolmut saat ini hanya memiliki satu unit truk tangki air untuk melayani seluruh wilayah kabupaten. Kondisi ini membuat jadwal distribusi menjadi tidak maksimal, terutama saat kendaraan harus menjalani perbaikan.
Irma memastikan pendistribusian kembali dilanjutkan dengan jadwal yang telah disusun. "Besok (hari ini) akan dilakukan pendistribusian air," ungkapnya menjawab keluhan warga yang disampaikan melalui media ini.
Warga Pegunungan Inomunga Utara Mengeluh Sumber Air Kering
Di tengah keterbatasan armada, warga di wilayah pegunungan mulai menyuarakan keresahan mereka. Salah satu pengguna media sosial Facebook, Rahman Nuna, meminta pemerintah segera mengirimkan bantuan air bersih ke desanya.
"Minta tolong bantuan air bersih dari pemerintah, kami masyarakat pegunungan desa Inomunga so kekirigan kasiang, Torang p sumber air so kering," tulisnya pada Sabtu (1/8/2026).
Keluhan tersebut menggambarkan kondisi kritis yang dihadapi warga. Sumber air yang biasa mereka andalkan untuk kebutuhan sehari-hari kini sudah tidak berfungsi akibat kemarau.
Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi September 2026
Kondisi kekeringan di Bolmut diperkirakan belum akan segera berakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim kemarau di wilayah Sulawesi Utara baru akan terjadi pada Agustus dan September 2026.
"Untuk Bolaang Mongondow Utara puncak musim kemarau pada bulan September 2026," ujar Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara Muhammad Candra Buana.
Dengan prediksi tersebut, kebutuhan air bersih bagi warga enam desa di Bolmut dipastikan akan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan. BPBD setempat pun dituntut untuk memastikan armada truk tangki airnya selalu dalam kondisi siap operasi guna menjangkau seluruh titik yang membutuhkan.