KOTAMOBAGU — Musyawarah Daerah (Musda) Srikandi Jaga Desa Sulawesi Utara tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang untuk merumuskan strategi pembangunan yang berpihak pada perempuan. Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, menyebut keterlibatan aktif perempuan adalah kunci percepatan pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan, bukan sekadar penerima manfaat pembangunan. Hal ini disampaikan Rendy di sela-sela Musda yang dihadiri pengurus DPD Srikandi Jaga Desa Provinsi Sulut bersama DPC kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
Perempuan sebagai Penggerak Inovasi Desa
Rendy Mangkat menegaskan bahwa ide dan inovasi yang lahir dari perempuan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kehadiran organisasi seperti Srikandi Jaga Desa dinilai menjadi wadah strategis untuk menyalurkan gagasan positif tersebut.
“Peran perempuan sangat strategis dalam mendukung pembangunan. Melalui wadah seperti Srikandi Jaga Desa, diharapkan semakin banyak gagasan positif yang lahir untuk kemajuan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rendy dalam keterangannya, Rabu (05/08/2026).
Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Musda ini juga menjadi bagian dari upaya kolektif mendukung visi pembangunan jangka panjang. Penguatan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat dari tingkat desa dinilai sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
Rendy berharap forum ini mampu menghasilkan program dan rekomendasi yang aplikatif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan elemen masyarakat agar pembangunan berkelanjutan dapat terwujud secara merata di Sulawesi Utara.
Dukungan dari Pemerintah Kota Kotamobagu ini sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam mendorong kiprah organisasi perempuan. Kehadiran langsung wakil wali kota dalam Musda kali ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antar-pemangku kepentingan terus diperkuat untuk kemajuan desa di Bumi Nyiur Melambai.