MINAHASA — Operasi pencarian korban terseret arus di Pantai Tuturuga resmi dihentikan setelah tim SAR gabungan menemukan korban terakhir, Kenzie Lengkong, pada pukul 07.30 Wita, Minggu (23/8). Remaja asal Tomohon itu dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah sakit di Tomohon sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kepala Basarnas Sulut George Mercy Randang membenarkan bahwa korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian. "Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban Kenzie Lengkong pada pukul 07.30 Wita di sekitar lokasi kejadian pertama," ujarnya kepada wartawan, Minggu (23/8).
Kronologi Mandi Sore yang Berujung Maut
Empat remaja dilaporkan terseret arus saat mandi di Pantai Tuturuga pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 17.30 Wita. Mereka adalah Kenzie Lengkong (17), Candra Pitoy (17), Grazelli Kindangen (18), dan Miki Somba (16).
Dari empat korban yang terseret, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Dua korban yang pertama kali ditemukan, Candra Pitoy dan Grazelli Kindangen, dilaporkan meninggal di rumah sakit. Sementara itu, Miki Somba berhasil selamat dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Operasi SAR Dihentikan, Seluruh Unsur Ditarik
Dengan ditemukannya Kenzie, operasi SAR resmi dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke kesatuan masing-masing pada pukul 09.30 Wita.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya arus laut di pantai selatan Minahasa yang kerap berubah secara tiba-tiba. Ombak dan arus bawah yang kuat sering kali tidak terlihat dari permukaan, sehingga membahayakan para pengunjung pantai yang sedang bermain air.
Pihak Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan yang berkunjung ke pantai-pantai di Sulawesi Utara, untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan rambu peringatan yang dipasang di lokasi. "Kami mengimbau agar warga tidak memaksakan diri berenang atau mandi di pantai saat kondisi ombak sedang besar atau saat ada tanda bahaya," pungkas George.