Pencarian

ICE BSD City Andalkan Smart Building untuk Kelola TEI 2026

Sabtu, 07 November 2026 • 18:18:31 WIB
ICE BSD City Andalkan Smart Building untuk Kelola TEI 2026
Pengelola ICE BSD City mengandalkan integrasi smart building untuk operasional TEI 2026 yang dihadiri 45 ribu pengunjung dari 151 negara.

SULAWESI UTARA — Pengelola ICE BSD City mengandalkan integrasi smart building dan manajemen infrastruktur digital untuk menjaga operasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang dihadiri lebih dari 45 ribu pengunjung dari 151 negara. Venue seluas 50.000 meter persegi itu memakai pencahayaan LED cerdas hingga daur ulang air otomatis yang menekan emisi karbon hingga 6.567 ton CO?. Penerapan teknologi hijau ini menjadi penentu daya saing venue MICE Indonesia di tengah standar pameran internasional yang makin ketat.

General Manager ICE BSD City, Siti Karmila, menyatakan tuntutan venue pameran modern telah bergeser dari sekadar penyedia kapasitas fisik menjadi penyedia ekosistem operasional berbasis teknologi yang adaptif. Pergeseran itu terlihat dari cara pengelola ICE BSD City menangani TEI 2026 yang berlangsung selama lima hari.

Teknologi Hijau di Balik Operasional TEI 2026

Pengelolaan venue seluas 50.000 meter persegi itu mengadopsi integrasi teknologi ramah lingkungan. Pencahayaan LED cerdas dipakai 100 persen, ditopang sistem arsitektur pencahayaan alami dan pengolahan daur ulang air otomatis.

Kombinasi teknologi tersebut memangkas pemakaian daya secara signifikan. Emisi karbon yang ditekan mencapai 6.567 ton CO? selama penyelenggaraan pameran.

Penerapan kerangka kerja Sustainability Event Guidelines memastikan seluruh aliran limbah dan penggunaan energi terpantau secara terukur. Pemantauan berlangsung selama lima hari pameran, bukan hanya saat acara berjalan.

Integrasi Digital untuk Pergerakan Massa

Tantangan terbesar mega event internasional bukan cuma efisiensi energi, melainkan manajemen pergerakan massa. Skema pengelolaan event berbasis sistem terpadu memungkinkan koordinasi lintas fungsi berlangsung cepat.

Sejumlah fasilitas pendukung terintegrasi dalam sistem yang sama. Mulai dari self-service valet parking, jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik (EV charging station), hingga pengawasan keselamatan kerja (OHS) yang terpantau langsung.

Koordinasi lintas fungsi ini krusial karena TEI 2026 menyedot lebih dari 45 ribu pengunjung. Ribuan pembeli internasional dari 151 negara turut hadir, menuntut alur logistik dan mobilitas yang stabil sepanjang acara.

Standar Baru Venue MICE Global

Siti Karmila menegaskan kesiapan operasional menjadi bagian penting untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan acara berskala besar.

"Bagi kami, event dengan skala seperti ini menunjukkan bahwa sebuah venue harus mampu memberikan lebih dari sekadar kapasitas ruang. Kesiapan operasional, fleksibilitas, kualitas layanan, dan kenyamanan pengunjung menjadi bagian penting untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan," kata Siti Karmila, dalam keterangan yang diterima detikINET.

Perkembangan teknologi infrastruktur smart building mempertegas bahwa daya saing industri MICE global bergantung pada sejauh mana ekosistem digital dan teknologi hijau dapat diintegrasikan dalam skala besar.

Bagi pelaku bisnis digital dan investor, model pengelolaan venue seperti ICE BSD City menunjukkan peluang investasi di sektor infrastruktur acara. Teknologi smart building bukan lagi biaya tambahan, melainkan faktor yang menentukan kemampuan venue menarik event internasional.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks