MANADO — Penyematan sabuk hitam Dan 4 Kukkiwon Internasional dilakukan langsung oleh Grand Master Kwak Youngmin selaku perwakilan Kukkiwon di Indonesia. Sementara Dan 4 PBTI Nasional disematkan perwakilan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia Pusat, Togi Lingga.
Kukkiwon merupakan institusi taekwondo dunia yang berbasis di Korea Selatan. Lembaga itu berperan penting dalam standardisasi dan pengakuan jenjang keahlian taekwondo secara internasional.
Dua Tingkatan Dan 4 dari Dua Institusi Berbeda
Amelia menerima dua pengakuan sekaligus dalam satu forum: Dan 4 dari Kukkiwon dan Dan 4 dari PBTI. Keduanya diberikan di hadapan peserta kejuaraan yang digelar di GOR Arie Lasut.
Bagi dunia taekwondo Sulut, momen itu tercatat sebagai penanda tersendiri. Penerimaan Dan 4 bukan hanya soal jenjang kompetensi, tetapi juga penanda dedikasi Amelia dalam mengembangkan organisasi dan memperkuat pembinaan atlet.
Amanah untuk Membangun Ekosistem Pembinaan
Amelia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kukkiwon dan PBTI Pusat. Menurutnya, pencapaian itu bukan semata prestasi personal, melainkan tanggung jawab moral untuk memperkuat ekosistem taekwondo di Sulut.
"Penghargaan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sebuah amanah besar untuk terus berupaya memajukan taekwondo di Sulut. Dengan sinergi bersama seluruh pengurus, pelatih, dan atlet, kami berkomitmen untuk melahirkan lebih banyak lagi talenta-talenta muda berbakat yang mampu berprestasi di kancah nasional maupun internasional," ujar Amelia.
Bukan Hanya soal Kompetisi
Amelia menegaskan, kemajuan taekwondo tidak dapat dibangun hanya melalui kompetisi. Diperlukan konsistensi pembinaan, peningkatan kapasitas pelatih, penguatan organisasi, serta kesempatan bertanding yang berkesinambungan bagi para atlet.
Empat hal itu menjadi pijakan Pengprov TI Sulut dalam menyiapkan atlet jangka panjang. Penyematan Dan 4 dinilai memperkuat posisi organisasi dalam menjalankan program pembinaan tersebut.
Kejuaraan Taekwondo Piala Kapolresta Manado yang dibuka bersamaan dengan penyematan menjadi ajang pertama bagi atlet Sulut untuk mengukur kemampuan setelah momentum tersebut.