BITUNG — Sosialisasi yang dipimpin langsung Ellen Honandar Sondakh itu dikemas sebagai pelatihan Gerakan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Turut mendampingi Ketua Pokja III TP PKK Kota Bitung Tenti Sakul. Kedatangan keduanya disambut Camat Aertembaga Stenly Une Tatipang bersama Ketua TP PKK Kecamatan Aertembaga Santje Kandijoh dan jajaran.
Peserta pelatihan berasal dari sembilan kelurahan yang digabung di Kantor Kecamatan Aertembaga. Mereka mendapat materi sekaligus praktik langsung mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos.
Mengapa Kompos Jadi Prioritas TP PKK Bitung
Ellen menyebut pelatihan ini untuk menekan volume sampah yang terus menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir. Warga diminta tidak langsung membuang sampah rumah tangga, melainkan mengumpulkannya untuk diolah.
"Jadi Ibu-ibu bagi siapa yang ada sampah di rumah jangan dibuang, dikumpul untuk diolah menjadi kompos yang sebentar nanti pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menunjukan cara pengolahan-nya," kata Ellen, disambut tepuk tangan peserta.
Dinas Lingkungan Hidup disebut akan mendampingi proses pengolahan lanjutan setelah pelatihan. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya pengelolaan sampah dari sumbernya.
Dari Dapur Warga, Kompos Dinilai Bisa Jadi Sumber Ekonomi Baru
Selain menjaga kebersihan lingkungan, pelatihan diarahkan mendorong lahirnya ekonomi keluarga berbasis lingkungan. Pupuk kompos hasil olahan rumah tangga disebut punya nilai ekonomis.
Ellen menekankan peran ibu rumah tangga sebagai garda terdepan. Menurutnya, sampah yang dikelola baik bisa menjadi peluang menambah pendapatan keluarga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
"Melalui pelatihan ini kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa sampah bukan lagi masalah, tetapi bisa menjadi berkah. Dari dapur kita, bisa lahir pupuk dan ekonomi baru bagi keluarga," ujarnya.
Bibit Rica Dibagikan untuk Antisipasi Lonjakan Inflasi
Di sela sosialisasi, Ellen juga membagikan puluhan bibit rica kepada warga. Pembagian bibit menyasar upaya antisipasi lonjakan inflasi di Kota Bitung.
Program sosialisasi pembuatan kompos masih menyisakan pekerjaan rumah. Sebanyak 14 kelurahan di Kota Bitung belum masuk jadwal kegiatan serupa, dan TP PKK memastikan akan melanjutkan penyuluhan ke wilayah-wilayah tersebut.