Kanwil Kemenag Sulawesi Utara memberangkatkan 16 santri untuk mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Malang, Jawa Timur, pada 30 September-6 Oktober 2026. Kontingen terbagi dalam dua sangga, satu regu putra dan satu regu putri, dengan masing-masing delapan santri. Kepala Kanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha menyebut ajang ini sebagai kesempatan mengukir prestasi tingkat nasional sekaligus mengeksplorasi kemampuan santri.
MANADO — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara Ulyas Taha menyatakan keikutsertaan kontingen daerah pada PPSN VI 2026 menjadi pengalaman berharga bagi para santri. Menurut dia, ajang tingkat nasional ini bukan sekadar perkemahan, melainkan ruang menampilkan kemampuan yang selama ini dilatih di pondok pesantren.
"Ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026, sebagai ajang untuk mengukir prestasi nasional dan eksplorasi kemampuan santri," kata Ulyas di Manado.
Dua Sangga, 16 Santri Inti dari Berbagai Ponpes
Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Sulut Ahmad Sholeh merinci kontingen Sulawesi Utara terdiri atas dua regu atau sangga. Satu regu putra dan satu regu putri, dengan total peserta inti 16 santri.
Komposisinya delapan santri putra dan delapan santri putri. Mereka merupakan utusan terbaik hasil seleksi dari pondok pesantren di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.
Ulyas memberi apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren dan kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota yang berkolaborasi mengirimkan utusan. Kerja sama itu dinilainya membuat Sulawesi Utara bisa mengirimkan dua sangga tahun ini.
"Alhamdulillah, Sulawesi Utara tahun ini bisa mengirimkan dua sangga utusan. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi para santri sekalian. Lakukan yang terbaik di sana, sehingga keikutsertaan ini melahirkan kesan yang baik dan indah saat diingat kembali di masa depan. Tunjukkan prestasi terbaik kalian, terlebih ini adalah ajang pramuka tingkat nasional," ujar dia.
65 Jenis Kegiatan Selama Enam Malam di Bumi Perkemahan
Selama enam malam di lokasi perkemahan, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan yang padat. Ahmad Sholeh menyebut total ada 65 jenis kegiatan yang menuntut kesiapan fisik para santri.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta mempersiapkan kondisi fisik dengan matang sejak sebelum keberangkatan. Pendamping juga diminta memastikan kebutuhan peserta selama kegiatan berlangsung.
Ulyas menitipkan pesan khusus soal keselamatan dan kesehatan kontingen. Ia meminta para pendamping membawa pembekalan lengkap, terutama obat-obatan.
"Kepada para pendamping, saya berpesan agar betul-betul membawa pembekalan yang lengkap, terutama obat-obatan. Mohon jaga kesehatan seluruh adik-adik santri, utamanya kondisi selama berada di dalam tenda. Atur waktu istirahat dengan sebaik-baiknya. Siapkan bekal tambahan secara mandiri, walaupun di sana panitia telah menyediakan logistik secara lengkap," kata dia.
Dampak yang Diharapkan bagi Pondok Pesantren
Partisipasi di PPSN VI diharapkan berdampak positif bagi perkembangan pondok pesantren di Sulawesi Utara. Ulyas berharap prestasi yang dibawa pulang bisa mendorong pembinaan santri di daerah.
PPSN VI Tahun 2026 berlangsung di Malang, Jawa Timur, mulai 30 September hingga 6 Oktober 2026. Sulawesi Utara menjadi salah satu provinsi yang mengirimkan kontingen penuh dua sangga pada ajang pramuka santri tingkat nasional tersebut.