RATAHAN — AKBP Handoko Sanjaya tiba di SPBU Ratahan bersama Kasat Reskrim Polres Mitra Iptu Tengku Said Hafiz. Keduanya memeriksa data stok dan catatan penyaluran milik pengelola SPBU, lalu berdialog dengan warga yang sedang mengantri.
Pengecekan menyasar tiga hal sekaligus: ketersediaan stok Pertalite, mekanisme penyaluran ke konsumen, dan potensi praktik kecurangan di lapangan. Polres Mitra menyebut pengawasan ini sebagai respons atas tingginya antrean kendaraan pengisian BBM jenis Pertalite di wilayah tersebut.
Apa yang Diperiksa Kapolres di SPBU Ratahan
Selain memeriksa dokumen stok, Kapolres memantau langsung jalannya antrean dan mendengarkan keluhan warga. Personel Polres Mitra dan Polsek Ratahan diterjunkan mengatur lalu lintas di sekitar lokasi.
Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terpantau cukup panjang. Situasi tetap tertib karena pengaturan petugas kepolisian di lapangan.
Ancaman Tegas untuk Penimbun BBM Bersubsidi
Kapolres menegaskan komitmen kepolisian menjaga distribusi BBM di Kabupaten Minahasa Tenggara berjalan aman dan tertib. Penindakan hukum menanti pihak yang terbukti menimbun atau menyalahgunakan BBM bersubsidi.
"Kami dari Polres Minahasa Tenggara berkomitmen memastikan distribusi BBM di wilayah Mitra berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Kami cek langsung agar tidak ada penyimpangan. Jika ditemukan penimbunan atau penyalahgunaan, kami akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegas AKBP Handoko Sanjaya.
Imbauan ke Warga yang Mengantri
Kapolres meminta masyarakat tetap tenang, tertib, dan sabar saat mengantri. Warga juga diajak melaporkan ke kepolisian jika menemukan indikasi penyalahgunaan BBM di lingkungan masing-masing.
Hingga pengecekan berakhir, situasi di SPBU Ratahan terpantau aman dan kondusif. Polres Mitra menyatakan akan terus melakukan pemantauan rutin terhadap seluruh SPBU di Kabupaten Minahasa Tenggara untuk menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat.