MINAHASA TENGGARA — Tiga organisasi yang dikukuhkan adalah Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Srikandi Jaga Desa, dan Asosiasi Linmas (ASLINMAS). Masing-masing dipimpin Sami Pongilatan sebagai Ketua DPC ABPEDNAS, Vanda Stevani Rantung sebagai Ketua DPC Srikandi Jaga Desa, serta Franky Batubuaya yang juga menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik sebagai Ketua DPC ASLINMAS Minahasa Tenggara.
Ferrytass meminta pelantikan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Menurutnya, momentum pergantian kepengurusan harus menjadi awal kerja nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat desa.
Tiga Organisasi dan Basis Keanggotaan di Sulawesi Utara
Data per 18 Oktober 2026 yang disampaikan dalam kegiatan itu mencatat anggota ASLINMAS Sulawesi Utara sebanyak 826 orang. ABPEDNAS Sulawesi Utara menempati peringkat kedua nasional dengan 32.778 anggota, sedangkan Srikandi Jaga Desa berada di peringkat pertama nasional dengan 19.141 anggota.
Capaian tersebut dinilai menjadi modal untuk memperluas jangkauan kemitraan hingga tingkat desa. Ferrytass menekankan pengembangan keanggotaan harus disertai pendataan yang tertib, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Program Jaga Desa Jadi Instrumen Literasi Hukum
Kejaksaan Republik Indonesia menjalankan program JAGA DESA (Jaksa Garda Desa dan Kelurahan) sebagai instrumen strategis untuk mendorong literasi hukum. Pendekatan yang dipakai bersifat preventif dan edukatif, bukan semata mencari kesalahan.
Melalui program itu, pengurus organisasi mitra desa diharapkan membantu aparatur desa memahami kepatuhan hukum, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan administrasi pemerintahan. Pengawasan dipahami sebagai langkah membangun tata kelola yang tertib, transparan, dan bertanggung jawab.
"Pelantikan hari ini harus menjadi koreografi awal untuk memperkuat fondasi kepengurusan, memperluas basis keanggotaan, dan merumuskan program kerja berorientasi dampak langsung bagi publik," tegas Ferrytass dalam sambutannya.
Konsolidasi Hingga Tingkat Kecamatan dan Desa
Ferrytass menginstruksikan pengurus DPC Minahasa Tenggara segera melakukan konsolidasi sistematis hingga tingkat kecamatan dan desa. Langkah ini diharapkan membangun basis keanggotaan yang valid sekaligus memperkuat koordinasi organisasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia juga menyoroti konsolidasi data dan digitalisasi keanggotaan melalui aplikasi ASLINMAS di wilayah Sulawesi Utara. Pendataan yang rapi dinilai penting agar peran organisasi mitra desa bisa dipertanggungjawabkan hingga ke tingkat desa.
Pejabat dan Pemangku Kepentingan yang Hadir
Kegiatan itu dihadiri Anggota DPD RI Stefanus B.A.N. Liow, Wakil Bupati Minahasa Tenggara Fredi Tuda, Ketua DPRD Minahasa Tenggara Chris Rumansi, serta Sekretaris Daerah David H. Lalandos. Hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan Albertus R. Santoso dan perwakilan Forkopimda, termasuk Ipda Novi Kindangen yang mewakili Kapolres Mitra.
Plt Kajati Sulut didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Kusbiantoro, Koordinator Intelijen Domo Pranoto, dan Alkaf yang mewakili Asisten Intelijen. Pelantikan diikuti pengurus DPD tingkat provinsi, jajaran perangkat daerah, para camat, serta hukum tua dan kepala desa se-Minahasa Tenggara.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan komitmen bersama memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung tata kelola desa yang berintegritas.