Pencarian

Dino 246 GTS 1972 Mesin V8 3.600 Cc Laku Rp 13,6 Miliar Meski Tak Orisinal

Jumat, 19 Juni 2026 • 23:31:01 WIB
Dino 246 GTS 1972 Mesin V8 3.600 Cc Laku Rp 13,6 Miliar Meski Tak Orisinal
Dino 246 GTS 1972 bermesin V8 3.600 cc terjual Rp 13,6 miliar dalam lelang di AS.

SULAWESI UTARA — Sebuah Dino 246 GTS 1972 yang dimodifikasi besar-besaran berhasil menembus angka US$ 800.000 atau lebih dari 21 miliar VND dalam lelang di Amerika Serikat. Padahal, mobil ini kehilangan sebagian besar komponen orisinalnya, termasuk jantung pacu V6 2,4 liter yang menjadi ciri khas seri Dino. Alih-alih menjadi kelemahan, ubahan ini justru membuatnya diburu kolektor yang menginginkan pengalaman berkendara lebih liar.

Restorasi Moto Technique: Mesin V8 3.600 Cc dengan 400 DK

Antara 2017 dan 2018, bengkel Moto Technique asal Inggris merombak total mobil ini. Mesin V6 2,4 liter asli diganti dengan V8 3.600 cc Tipo 105C naturally aspirated yang dilengkapi throttle independen, kepala silinder yang ditingkatkan, serta unit kontrol mesin MoTec khusus. Hasilnya, tenaga melonjak ke angka 400 dk — hampir dua kali lipat dari versi pabrikan.

Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual 5 kecepatan. Sistem pengereman juga diambil dari Ferrari 360 Modena, sementara radiator aluminium berperforma tinggi, pegas koil baru, serta batang penstabil depan-belakang ikut disematkan untuk meningkatkan handling.

Eksterior Hitam Mengkilap dan Velg 17 Inci

Bodi mobil dicat ulang dengan warna hitam mengkilap. Penutup lampu depan Perspex baru, velg 17 inci yang lebih besar, serta ban Michelin Pilot Sport 4S modern membuat penampilannya jauh lebih agresif ketimbang Dino standar. Di dalam kabin, jok bergaya Daytona berbalut kulit merah-hitam, karpet lantai merah mencolok, dan tuas persneling logam klasik Ferrari tetap dipertahankan. Meski bergaya retro, mobil ini sudah dibekali sistem audio modern yang bisa terhubung ke berbagai perangkat hiburan.

Kontroversi Kolektor: Orisinalitas vs Performa

Fakta bahwa Dino bermesin modifikasi tetap laku di atas US$ 800.000 memicu perdebatan di komunitas mobil klasik. Sebagian kolektor berpegang pada nilai keaslian nomor sasis, nomor mesin, dan konfigurasi pabrik sebagai penentu harga. Namun, hasil lelang ini menunjukkan bahwa tidak semua pemburu mobil lawas memprioritaskan orisinalitas. Banyak yang rela membayar mahal demi Dino yang menawarkan pengalaman berkendara lebih menarik ketimbang versi setengah abad lalu.

Dino sendiri adalah merek yang diciptakan mendiang Ketua Enzo Ferrari untuk mengenang putranya, Alfredo "Dino" Ferrari. Mobil-mobil ini diproduksi di pabrik Ferrari tetapi tidak menggunakan lambang kuda jingkrak. Selama puluhan tahun, Dino kerap dianggap sebagai "Ferrari kelas dua" oleh kolektor, namun kini persepsi itu mulai berubah seiring langkanya unit dan apresiasi terhadap karakter uniknya.

Bagikan
Sumber: vietnam.vn

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks