MANADO — Kepengurusan Fokal IMM Sulawesi Utara periode 2026-2031 resmi berjalan setelah dikukuhkan dalam sebuah acara di Manado, Minggu (21/6). Wahyuddin Ukoli ditetapkan sebagai Ketua Umum, memimpin organisasi yang mewadahi alumni IMM di provinsi tersebut.
Siapa Saja yang Masuk dalam Struktur Kepengurusan Baru?
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PP Fokal IMM Prof Dr Ma'mun Murod. Ia hadir di Manado untuk mengukuhkan jajaran pengurus yang akan bertugas selama lima tahun ke depan.
Struktur kepengurusan Fokal IMM Sulawesi Utara periode ini terdiri dari sejumlah nama yang mengisi posisi strategis. Selain ketua umum, susunan pengurus mencakup sekretaris, bendahara, serta bidang-bidang khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
Mengapa Pelantikan Ini Penting bagi Kader IMM di Sulawesi Utara?
Fokal IMM merupakan wadah bagi alumnus IMM untuk terus berkontribusi setelah masa studi. Dengan adanya kepengurusan baru, diharapkan program kerja yang mendukung pengembangan kader dan sinergi dengan organisasi Muhammadiyah di daerah dapat berjalan lebih optimal.
Kehadiran Prof Dr Ma'mun Murod sebagai pelantik juga menjadi sinyal penguatan hubungan antara pengurus pusat dan daerah. Hal ini dinilai penting untuk menjaga konsistensi gerakan organisasi di tingkat provinsi.
Bagaimana Prospek Fokal IMM ke Depan?
Kepengurusan baru ini diharapkan mampu menjembatani alumni IMM dengan berbagai sektor, termasuk pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Sulawesi Utara sendiri memiliki basis kader Muhammadiyah yang cukup kuat, sehingga peran Fokal IMM menjadi strategis.
Wahyuddin Ukoli sebagai ketua umum akan memimpin tim yang telah ditetapkan untuk merealisasikan program-program yang sejalan dengan visi organisasi. Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan untuk bekerja selama lima tahun ke depan.