SULAWESI UTARA — Pertandingan di putaran pertama fase grup itu menjadi titik balik bagi Bickle. Masuk pada menit ke-74, ia sukses menjaga gawang Kongo tetap perawan hingga peluit panjang berbunyi. Hasil imbang 1-1 itu memastikan Portugal tersingkir lebih awal dari turnamen, sebuah kejutan besar yang langsung mendongkrak nama Bickle di bursa transfer.
Dua Klub Saudi Sudah Pasang Target
Jurnalis Ben Jacobs mengungkapkan bahwa Al-Fayha dan Al-Riyadh telah memasukkan nama Bickle ke dalam daftar belanja mereka untuk bursa transfer musim panas mendatang. Kedua klub itu disebut tertarik memboyong pemain berusia 29 tahun tersebut dari Espanyol.
Bickle sendiri baru bergabung dengan Espanyol pada musim panas 2025 setelah sebelumnya membela Cremonese di Italia. Sejak awal musim 2025-2026, ia telah tampil dalam 26 pertandingan di semua kompetisi bersama klub asal Catalunya itu, namun baru mencetak satu gol.
Karier Internasional yang Baru Dimulai
Meski lahir dan sempat membela tim junior Swiss, Bickle memutuskan memperkuat Republik Demokratik Kongo sejak 2023. Dalam 35 penampilan bersama timnas, ia mencatatkan satu gol dan satu assist. Statistik itu memang tidak mentereng, tapi perannya sebagai gelandang bertahan yang disiplin justru menjadi nilai jual utamanya.
Penampilannya melawan Portugal membuktikan bahwa ia bisa tampil tenang di panggung sebesar Piala Dunia. Kontribusi defensifnya menjadi kunci Kongo mengamankan satu poin penting dan membuat Portugal pulang lebih awal.
Liga Saudi Makin Agresif di Pasar Pemain Piala Dunia
Ketertarikan Al-Fayha dan Al-Riyadh terhadap Bickle bukanlah kasus terisolasi. Sejumlah laporan menyebut bahwa klub-klub Saudi kini gencar memantau pemain-pemain yang tampil di Piala Dunia 2026. Mereka tak hanya memburu bintang besar, tetapi juga pemain-pemain yang menunjukkan performa solid di turnamen, seperti yang dilakukan Bickle.
Dengan kontraknya di Espanyol yang masih berjalan, keputusan akhir ada di tangan Bickle. Namun tawaran dari Liga Saudi, yang biasanya datang dengan nilai kontrak lebih tinggi dari Eropa, bisa menjadi godaan tersendiri bagi gelandang kelahiran Swiss itu.