SULAWESI UTARA — Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 mencatatkan angka final yang solid. Selama 11 hari penyelenggaraan di ICE BSD City, Tangerang (30 Juli–9 Agustus), total pengunjung mencapai 496.378 orang. Angka ini memang hanya naik 2,2 persen dari rekor GIIAS 2025 yang menyentuh 485.569 orang, tapi ada satu metrik yang justru bergerak jauh lebih cepat: minat uji kendaraan.
Data dari panitia menunjukkan total lebih dari 26.000 trip test drive sepanjang pameran, melonjak 30 persen dibanding edisi sebelumnya yang hanya sekitar 20 ribu trip. Untuk konteks, lonjakan ini terjadi tanpa diiringi peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan. Artinya, proporsi pengunjung yang benar-benar menjajal kendaraan jauh lebih besar dari tahun lalu.
Angka Test Drive Naik, Durasi Kunjungan Ikut Bertambah
Fenomena ini diperkuat oleh durasi kunjungan. Rata-rata pengunjung menghabiskan waktu hingga 5 jam di area pameran—naik dari tahun sebelumnya. Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty, menyebutkan bahwa banyaknya kendaraan baru menjadi pemicu utama.
"Kehadiran pilihan merek yang semakin banyak dan lengkap, serta 37 kendaraan baru yang diluncurkan pada GIIAS kali ini, mendorong pengunjung menghabiskan waktu lebih lama," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (10/8).
Kombinasi test drive yang membeludak dan durasi kunjungan yang panjang ini bisa dibaca sebagai satu hal: pengunjung GIIAS 2026 datang dengan niat mempertimbangkan pembelian secara serius, bukan sekadar melihat-lihat atau berburu konten media sosial.
Peserta Pameran Bertambah, Sektor Motor Justru Menyusut
Dari sisi partisipasi, GIIAS 2026 mencatatkan perluasan yang cukup merata. Total lebih dari 65 merek otomotif ikut serta, naik dari sebelumnya lebih dari 60 merek. Rinciannya, merek mobil penumpang bertambah dari 40 menjadi 43, kendaraan niaga naik signifikan dari 4 menjadi 7, dan perusahaan karoseri bertambah dari 4 menjadi 5. Industri pendukung juga melebar dari lebih dari 120 merek menjadi lebih dari 150 merek.
Satu-satunya kategori yang justru menyusut adalah sepeda motor. Tahun ini hanya 13 merek yang berpartisipasi, turun dari 17 merek pada GIIAS 2025. Ini catatan yang menarik—di tengah pasar roda dua yang kompetitif, pameran mobil justru semakin ramai, sementara pameran motor di ajang yang sama tampak kehilangan daya tarik bagi sebagian pabrikan.
Yang Perlu Diperhatikan: Antusiasme vs Daya Beli
Meski data test drive dan jumlah pengunjung terlihat positif, perlu dicatat bahwa angka ini belum mencerminkan realisasi penjualan. Lonjakan test drive memang sering menjadi indikator awal minat beli, tapi keputusan pembelian tetap bergantung pada faktor lain: skema kredit, nilai tukar, dan kondisi ekonomi nasional pasca-pameran.
Selain itu, penurunan jumlah merek motor di GIIAS 2026 patut menjadi perhatian. Bisa jadi pabrikan mulai memilih ajang yang lebih fokus ke segmen roda dua, atau memang strategi pemasaran yang bergeser ke platform digital. Apapun alasannya, ini menunjukkan bahwa GIIAS semakin menguat sebagai pameran roda empat dan kendaraan niaga.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menutup pameran dengan nada optimistis. "Antusiasme masyarakat yang terus memadati area pameran selama 11 hari menjadi bukti industri otomotif Indonesia punya tempat tersendiri di hati publik," katanya. Tapi yang perlu ditunggu adalah data penjualan riil dalam 2-3 bulan ke depan—apakah antusiasme di pameran benar-benar berubah menjadi unit yang keluar dari diler.