Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kotamobagu, Sulawesi Utara, menggelar bimbingan dan konseling kelompok bagi warga binaan pemasyarakatan yang menjalani program rehabilitasi penyalahgunaan napza. Kegiatan itu melibatkan tenaga kesehatan rutan bersama peserta magang sebagai pendamping. Kepala Rutan Kotamobagu Aris Yuliyanta menyebut pendampingan ini bagian dari pembinaan menyeluruh agar warga binaan siap kembali ke masyarakat.
KOTAMOBAGU — Rutan Kelas IIB Kotamobagu menjalankan bimbingan dan konseling kelompok sebagai sarana pendampingan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang mengikuti program rehabilitasi penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza). Kegiatan tersebut dilaksanakan tenaga kesehatan rutan bersama peserta magang.
Kepala Rutan Kelas IIB Kotamobagu, Aris Yuliyanta, mengatakan konseling kelompok menjadi salah satu jalur pendampingan agar warga binaan memperoleh pemahaman sekaligus dukungan selama menjalani pembinaan dan rehabilitasi.
"Bimbingan dan konseling kelompok yang dilaksanakan tenaga kesehatan Rutan Kotamobagu bersama peserta magang menjadi salah satu sarana pendampingan bagi WBP untuk mendapatkan pemahaman serta dukungan selama menjalani proses pembinaan dan rehabilitasi," kata Aris di Kotamobagu, Sabtu.
Apa yang Ingin Dicapai dari Konseling Kelompok?
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan mampu mengenali berbagai faktor yang berkaitan dengan penyalahgunaan napza. Pendampingan juga diarahkan untuk mendorong terbentuknya pola pikir dan perilaku yang lebih positif.
Aris menegaskan rehabilitasi tidak berhenti pada aspek kesehatan semata. Warga binaan juga dibantu memahami diri, membangun pola pikir yang lebih baik, dan mempersiapkan diri menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
"Rehabilitasi tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga bagaimana WBP mendapatkan pendampingan untuk membantu mereka memahami diri, membangun pola pikir lebih positif, serta mempersiapkan diri menjalani kehidupan di tengah masyarakat," ujarnya.
Sinergi Tenaga Kesehatan, Petugas, dan Peserta Magang
Program bimbingan dan konseling kelompok disebut Aris sebagai bagian penting dalam proses pembinaan yang dilaksanakan Rutan Kelas IIB Kotamobagu. Pelaksanaannya melibatkan sejumlah pihak agar pendampingan berjalan optimal.
"Kami akan terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang humanis, terarah, dan berkelanjutan. Sinergi antara tenaga kesehatan, petugas pemasyarakatan, peserta magang, serta pihak terkait sangat diperlukan untuk memberikan pendampingan yang optimal," katanya lagi.
Menjaga Aspek Kesehatan dan Psikososial Warga Binaan
Selain memberikan pemahaman, konseling kelompok menjadi bagian dari upaya Rutan Kotamobagu memperhatikan aspek kesehatan dan psikososial warga binaan. Pendampingan berkelanjutan diharapkan mendukung perubahan perilaku mereka.
Dari sisi kesiapan kembali ke masyarakat, Aris berharap warga binaan dapat menjalani proses rehabilitasi dengan baik. Mereka diharapkan memiliki kesiapan untuk kembali ke lingkungan keluarga maupun masyarakat dengan pola hidup yang lebih sehat dan positif.
Pendampingan yang berjalan terus-menerus dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan warga binaan menjalani kehidupan yang lebih sehat setelah masa pembinaan berakhir.