Pencarian

Drone Mengikuti Mobil di Tol? Bukan Mata-mata, Ini Fungsinya Melacak Data Kendaraan

Selasa, 16 Juni 2026 • 10:13:46 WIB
Drone Mengikuti Mobil di Tol? Bukan Mata-mata, Ini Fungsinya Melacak Data Kendaraan
Drone di Amerika Serikat digunakan untuk mengumpulkan data lalu lintas, bukan untuk pengintaian.

Sejumlah pengemudi di Amerika Serikat melaporkan drone yang tampak mengikuti mobil mereka di jalan raya. Bukan adegan film mata-mata, drone-drone itu adalah bagian dari proyek pengumpulan data lalu lintas oleh institusi riset dan perusahaan teknologi. Mereka merekam pola berkendara, kepadatan jalan, hingga perilaku pengemudi dari udara.

Bukan Drone Hobi, Ini Alat Pengumpul Data Jalan Raya

Drone yang digunakan bukan tipe konsumen biasa. Mereka dilengkapi kamera resolusi tinggi dan sistem pelacak yang mampu mengikuti satu kendaraan dalam jarak tertentu. Data yang dikumpulkan mencakup kecepatan, jarak antar kendaraan, hingga respons pengemudi terhadap kondisi jalan.

Proyek ini biasanya digagas oleh lembaga riset transportasi atau perusahaan yang mengembangkan sistem mengemudi otonom. Tujuannya sederhana: memahami bagaimana manusia benar-benar berkendara, bukan hanya berdasarkan simulasi komputer.

Apa Artinya Bagi Pengemudi di Indonesia?

Meski laporan ini berasal dari Amerika, praktik serupa berpotensi diterapkan di Indonesia. Kementerian Perhubungan dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sebelumnya sudah menjajaki penggunaan drone untuk memantau kemacetan di titik-titik rawan.

Bagi pengemudi, kehadiran drone di atas tol bukan pelanggaran privasi langsung — karena data yang diambil bersifat agregat dan anonim. Namun, kekhawatiran tetap muncul jika teknologi ini digunakan tanpa batas yang jelas.

Bagaimana Cara Kerja Drone Pelacak Ini?

Drone terbang pada ketinggian aman, sekitar 50-100 meter di atas jalan. Kamera mereka fokus pada satu mobil yang sudah ditandai — biasanya berdasarkan warna atau model — lalu mengikutinya secara otomatis. Sistem ini tidak memerlukan sensor di dalam mobil target.

Beberapa varian drone bahkan bisa membedakan jenis kendaraan: sedan, SUV, atau truk. Data kemudian dikirim langsung ke server untuk diolah menjadi model lalu lintas.

Privasi vs Inovasi: Garis Tipis yang Perusak Waspadai

Isu privasi menjadi perdebatan utama dalam proyek semacam ini. Meski data diklaim anonim, rekaman visual dari udara tetap bisa mengidentifikasi pelat nomor atau wajah pengemudi. Beberapa kelompok advokasi di AS sudah meminta regulasi yang lebih ketat.

Di Indonesia, aturan penerbangan drone diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 47 Tahun 2016. Namun, belum ada klausul spesifik yang mengatur penggunaan drone untuk pelacakan kendaraan di jalan umum.

Dampak Jangka Panjang: Jalan Raya yang Lebih Cerdas?

Data dari drone ini bisa menjadi fondasi bagi sistem lalu lintas adaptif. Lampu merah yang menyesuaikan kepadatan, peringatan kecelakaan dini, hingga rute alternatif real-time — semuanya mungkin terwujud jika data yang dikumpulkan akurat dan kontinu.

Namun, adopsi teknologi ini di Indonesia masih butuh waktu. Infrastruktur pendukung, regulasi, dan penerimaan publik menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Untuk saat ini, jika Anda melihat drone mengikuti mobil di tol, kemungkinan besar itu bukan mata-mata — melainkan mata digital yang sedang belajar membaca jalan.

Bagikan
Sumber: slashgear.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks