Pencarian

Kreasi Leker Isi Menu MBG Viral, Dokter Gizi Ingatkan Kandungan Kalori dan Gula Bertambah

Kamis, 13 Agustus 2026 • 08:20:31 WIB
Kreasi Leker Isi Menu MBG Viral, Dokter Gizi Ingatkan Kandungan Kalori dan Gula Bertambah
Leker berisi menu MBG yang viral di media sosial meningkatkan kalori dan gula tambahan pada makanan anak.

SULAWESI UTARA — Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibawa anak sekolah biasanya berisi nasi, lauk protein seperti bakso atau tempe, serta sayuran. Belakangan, kreativitas penjual leker mengubah menu tersebut menjadi isian jajanan viral di media sosial karena dianggap bisa membuat anak lebih lahap makan.

Dalam video yang beredar, lauk dan sayur dari kotak MBG dimasukkan ke dalam kulit leker, lalu ditambahkan saus dan bumbu penyedap agar rasanya lebih kuat. Kreasi ini pun menuai beragam reaksi, mulai dari pujian karena anak mau menghabiskan makanan, hingga kekhawatiran soal perubahan nilai gizinya.

Bagaimana Perubahan Gizi Setelah Menu MBG Dimodifikasi?

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa bahan utama menu MBG sebenarnya tetap mengandung zat gizi penting. Protein dari bakso dan tempe serta serat dari sayuran masih ada di dalamnya.

Hanya saja, kandungan gizi tersebut bisa berubah signifikan saat makanan dicampur dengan kulit leker, saus, dan bumbu tambahan. Penambahan bahan-bahan ini membuat jumlah kalori makanan menjadi lebih tinggi. Saus dan bumbu juga biasanya mengandung gula, garam, dan lemak yang perlu dibatasi konsumsinya.

"Kalau cuma sesekali, nggak masalah. Yang jadi masalah kalau ini dilakukan setiap hari," kata dr. Yaze.

Apa Dampaknya Jika Anak Terbiasa Makan Leker Isi MBG?

Jika makanan dengan tambahan gula, garam, dan lemak ini dikonsumsi setiap hari, manfaat gizi dari menu MBG tidak lagi optimal. Bukan berarti menu MBG kehilangan gizinya, melainkan komposisi makanannya berubah sehingga asupan kalori dan zat tambahan jadi lebih tinggi dari menu asli.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Asupan kalori berlebih memicu kelebihan berat badan hingga obesitas, yang kemudian berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2 dan hipertensi. Anak juga jadi terbiasa dengan rasa manis, gurih, dan berlemak yang membentuk pola makan kurang sehat.

Apakah Program MBG Tetap Layak Dilanjutkan?

Menurut dr. Yaze, yang perlu menjadi perhatian bukanlah program MBG-nya, melainkan cara mengolah atau memodifikasi menu tersebut. Makanan tetap bisa dikreasikan agar lebih menarik bagi anak, asalkan tidak berlebihan dalam menambahkan bahan pelengkap yang tinggi gula, garam, lemak, maupun kalori.

"Bukan MBG-nya yang salah ya, tapi kita perlu memodifikasinya dengan bijak sehingga anak tetap kenyang, sehat, dan kebutuhan gizinya tetap terpenuhi," ujar dr. Yaze.

Bagi ibu yang ingin mengkreasikan menu MBG di rumah, kuncinya adalah tetap menjaga keseimbangan nutrisi. Tambahkan bahan pelengkap secukupnya dan utamakan metode masak yang sehat agar anak tetap mendapatkan manfaat penuh dari makanannya.

Follow halomanado.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks